Langkah Positif 10
^^ APRIL ^^
Bismillah..
Memori awal memilih jurusan kuliah
begitu masih teringat. Ketika itu Allah SWT ijinkan terdaftar nama ini dalam
dua jurusan jalur undangan SNMPTN dan PMDK. Sebagai wujud rasa syukur, ingin
rasanya diri ini melaksanakan kedua-duanya. Namun sadar akan keterbatasan
kemampuan diri maka mau tidak mau harus segera menentukan pilihan. Pertimbangan
awal jatuhnya pilihan jurusan dari jalur undangan PMDK adalah dengan harapan
kedepan masih dapat mengejar sesuai pilihan pertama jalur undangan SNMPTN.. Memori awal semester 1, begitu teringat.
Materi kuliah yang didapatkan masih bersifat dasar, umum dan luas seperti PAI,
Pancasila, dan Bahasa Inggris. Masa yang sangat dirasa panjang menuju
perjalanan tiga tahun kedepan. Namun semuanya terasa lebih berwarna dengan
tergeraknya hati ini untuk mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat fakultas.
Memori awal semester II, begitu teringat. Semakin padatnya
materi yang diterima yaitu teori dan praktek serta ditambahnya keikutsertaan
dalam lembaga, hal ini semakin menambah sensasi rasanya menjadi seorang aktifis
mahasiswa. Ketika itu perkuliahan telah dengan perlahan mengajarkan
mahasiswanya untuk terjun ke masyarakat melakukan kegiatan promkes atau promosi
kesehatan, saat itu dengan masa yang sama pula kegiatan kelembagaan melakukan
kegiatan kemasyarakatan yang tidak sedikit pula.
Memori awal semester III, begitu teringat. Bagi sekolah
vokasi atau diploma dapat dikatakan inilah semester puncak. Persentase antara
perkuliahan kelas dengan praktikum dapat dikatakan 40% dengan 60%. Begitu padat
jadwal perkuliahan praktikum laboratorium disertai dengan segala aksesorisnya
seperti laporan sementara, laporan resmi, pretes, inhal, jurnal, data, lampiran
dll. Disaat puncak perkuliahan ini terjadi, bersamaan pula dengan kegiatan di
lembaga yang mayoritas adalah event – event besar.
Memori awal semester IV, begitu teringat. Semester ini
menjadi sebuah masa dimana saatnya mengaplikasikan segala teori yang diterima
selama masa di bangku perkuliah. Pada masa ini pula masa dimana termasuk dua
semester kedepan sudah tidak sepenuhnya dapat menikmati libur panjang
semesteran. Liburan semester ini digunakan untuk melakukan kegiatan magang di
apotek. Banyak pelajaran yang didapat selama magang di apotek. Pertama, belajar
tentang time management dunia kerja seperti datang tepat waktu, istirahat
secukupnya, bekerja cepat dan tepat, pulang tepat dll. Kedua, belajar
keloyalan, yaitu bagaimana bersikap kepada rekan kerja. Ketiga, belajar peka
terhadap lingkungan sekitar, kaitannya dengan respon yang segera dilakukan
ketika ada tugas yang datang.
Salah satu hal yang terkesan ketika magang di apotek adalah
ketika itu ada pasien ingin membeli obat cacing. Diambilkanlah obat tersebut,
dengan rinci kami jelaskan mulai dari cara penggunaan, khasiat dll. Setelah
ditanya pasien putra atau putri, sang pembeli menjawab kalau obat cacing ini
akan dipergunakan untuk kucing peliharaannya. Satu pelajaran yang didapat dari
kejadiaan ini adalah, awal disampaikan terlebih dahulu pasiennya putra atau
putri, baru selanjutnya disampaikan segala hal kaitannya dengan obatnya.
Selain itu kesan yang laiinya adalah, ketika itu ada pasien
Ibu-Ibu yang mendatangi apotek dengan mengeluhkan tubuh merasakan gatal. Ketika
ditanya pada tubuh bagian apa yang dirasakan gatal, Ibu tersebut merasa kurang
nyaman menggaruk-garuk bagian lengan tangannya. Melihat kejadian itu kami
menanyakan apa penyebab rasa gatal yang timbul tersebut. Oleh Ibu tersebut
sulit menjelaskan penyebab rasa gatal tersebut timbul. Sampai pada akhirnya
kami diajak ke sudut ruangan untuk melihat kondisi tanggannya yang gatal
tersebut. Barulah setelah itu kami beri obat oral dan topikal untuk mengatasi
gatal tersebut dengan harapan secara cepat dan efektif mengobati gatal yang
sudah termasuk parah tersebut. Selain pemberian obat kami juga memberikan
edukasi kaitannya dengan perawatan kesehatan kulit seperti menggunakan pakaian
yang longgar khususnya pada bagian kulit yang gatal-gatal, mandi teratur serta
senantiasa menjaga kulit agar bersih dari kotoran dan kuman.
Kemudian kesan yang lainnya adalah ketika kami mendapat
bagian masuk sift malam, ada pasien Bapak-Bapak. Tidak disangkan beliau adalah
rektor kampus kami yang sedang berkunjung ke apotek untuk membeli obat yang termasuk
jenis obat untuk pengkonsumsian rutin. Sadar atau kurang sadar yang jelas kami
speecless ketika beliau datang. Seketika terbayang bahwa kita sedang dipantau
oleh rektor dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ilmu kami ini dalam bentuk
kegiatan magang.
Memori awal semester V, begitu teringat. Liburan semester
ini juga digunakan untuk kegiatan magang, kali ini dilakukan di rumah sakit.
Semakin banyak hal pelajaran dan pengalaman yang didapat dari magang di rumah
sakit ini. Hampir satiap satu pekan penuh, kami menggunakan almet ketika
beraksi, disitulah hadirnya sensasi magang yang semakin menumbuhkan rasa bangga
dan haru terhadap almamater kampus kami. Selain itu kasan lain ketika magang di
rumah sakit ini adalah, saya bisa melakukannya dengan laju dari rumah. Begitu
banyak hal yang selalu Ibu bisa lakukan untuk saya semakin betah untuk pulang
kerumah. Itulah salah satu semangat terbesar yang saya miliki, doa saya
senantiasa mengalir untuk beliau.
Saat ini, memori awal semester VI, begitu teringat. Bisa
dikatakan semester ini adalah The Semester of Gabut. Tapi bukan sembarang
gabut, butuh seni untuk mengolah kegabutan ini. Karena dibalik kegabutan
tersebut telah banyak ujian yang siap menghadang didepan mata.
Masa kegabutan itu diawali dengan dilakukannya magang
terakhir yaitu di puskesmas. Kesan yang dirasakan pertama ketika magang di
puskesmas ini adalah begitu diorangkannya seorang tenaga kesehatan dalam
lingkup pemerintahan. Kami disebar untuk mengabdi di puskesmas induk yang ada
diseluruh bagian daerah kota. Selain itu hal lain yang juga berkesan adalah
begitu jelasnya koordinasi antar tenaga kesehatan satu dengan tenaga kesehatan
lainnya. Jauh saya sangka pula, begitu eloknya infrastuktur puskesmas di daerah
kota dengan segala fasilitas yang menghiasinya, menjadi semakin banyak harapan
untuk Indonesia yang semaki sehat. Kegiatan disana begitu melekat langsung
dengan masyarakat sekitar. Termasuk kegiatan rutian setiap jum’at pagi yang
senantiasa saya ikuti yaitu senam lansia.
Satu hal motivasi saya saat ini. Kewajiban orang tua
terhadap anaknya ada 3, diantaranya, pertama memberikan nama yang baik, kedua
mengajari membaca dan menulis, dalam hal ini adalah memberikan pendidikan yang
baik, dan yang ketiga menikahkannya dengan jodoh yang baik. Saat ini. Nikmati
dengan penuh semangat dan keoptimisan untuk melaksanakan sebaik mungkin dalam
segala hal, kewajiban orang tua kepada anak bagian kedua yaitu memberikan
pendidikan yang baik. Akan tiba saatnya untuk kedepan beliau orang tua kita
akan menikahkan kita kepada jodoh terbaik kita.. aamiin.. ^^
#MuslimMuslimahPembelajar
#SholihSholihahJiwaRaga

Komentar
Posting Komentar