Langkah Positif 9
Malaikat Roqib >> Mencatat Amal Baik
Malaikat Atid >> Mencatat Amal Buruk
Bismillah..
Dalam Islam kita mengenal yang
namanya Rukun Iman yang terdiri dari 6 Iman. Rukun Iman yang pertama adalah
Iman kepada Allah SWT, rukun Iman yang kedua adalah Iman kepada Malaikat Allah
SWT, rukun Iman yang ketiga adalah Iman kepada Kitab Allah SWT, rukun Iman yang
keempat adalah Iman kepada Nabi dan Rosul Allah SWT, rukun Iman yang kelima
adalah Iman terhadap Qada’ dan Qodar, dan terakhir rukun Iman yang keenam
adalah Iman terhadap Hari Kiamat.
Iman
adalah meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan
seluruh anggota badan. Fokus pada pembahasan kali ini adalah Iman kepada
Malaikat Allah SWT. Maka pengertiannya adalah, meyakini dalam hari, mengucapkan
dengan lisan dan membuktikan dengan seluruh anggota badan kepada Malaikat Allah
SWT. Lebih fokus lagi pembahasan kali ini adalah Malaikat Roqib dan Malaikat
Atid.
Ibarat
sebuah magnet yang memiliki dua kutub, yaitu kutub positif dan kutub negatif.
Maka begitupun manusia dapat pula diibaratkan mempunyai dua kutub tersebut,
yang dalam Islam kita kenal Malaikat Roqib yang berada di sisi bahu kanan
manusia dengan tugas untuk mencatat amal baik yang dilakukan manusia sebagai
kutub positif. Dan Malaikat Atid yang berada di sisi bahu kiri manusia dengan
tugas mencatat amal buruk yang dilakukan manusia sebagai kutub negatif.
Kedua kutub tersebut akan saling
berkompetisi manakala suatu kejadian mendatangkan sebuah respon. Dalam hal ini terdapat
dua respon, yaitu respon positif dan respon negatif. Kita ambil contoh, manakala
seseorang diremehkan keahliannya dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Akan hadir
dua respon atas kejadian tersebut, respon yang pertama adalah menganggap
kejadian tersebut sebagai pendorong semangat untuk semakin sungguh – sungguh
melaksanakan pekerjaan tersebut dengan harapan menjadikannya sesuai yang
diinginkan. Kemudian respon yang kedua adalah menganggap kejadian tersebut
sebagai penurun nyali dalam melangkah pada bagian berikutnya, akibatnya untuk melaksanakan
pekerjaan tersebut semangatnya akan semakin menurun. Dalam keadaan seperti ini,
maka dalam diri akan terjadi sebuah kompetisi antara kutub positif dan kutub
negatif.
Diantara kedua kutub tersebut
manakah yang akan dimenangkan oleh seorang diri untuk kemudian keluar menjadi
sebuah respon. Ketika kutub positif yang dimenangkan maka respon yang
dikeluarkan adalah sabar, ikhlas, semangat dan optimis. Beda hal nya dengan
ketika kutub negatif yang dimenangkan maka, respon yang dikeluarkan adalah
sedih, khawatir, gundah dan pesimis.
Ketika
seseorang telah dengan sadar dan yakin akan makna keberadaan Malaikat Roqib dan
Malaikat Atid, maka secara otomatis segala tingkah lakunya dilakukan dengan
penuh kehati – hatian dan dzikir yang senantiasa menyertainya. Bagi orang
semacam ini bukan menjadi sebuah masalah manakala kebaikan yang ia lakukan
kurang diketahui banyak orang, karena dia yakin kebaikan yangia lakukan telah
ikut serta dalam pencatatan amal baik oleh Malaikat Roqib. Begitupun
kebalikannya, bagi orang semacam ini menjadi sebuah masalah manakala keburukan
yang ia lakukan tidak diketahui orang lain, padahal secara pasti Malaikat Atid
telah mencatat keburukan tersebut.
#MuslimMuslimahPembelajar
#SholihSholihahJiwaRaga

Komentar
Posting Komentar