Langkah Positif 11
^^MEI^^
The
Journy of Spiritual
Bismillah..
Salah satu doa ketika awal memasuki lingkungan dunia
perkuliahan adalah terjaganya akidah yang telah diajarkan oleh orang tua sedari
kecil. Maka sungguh Allah begitu indah membawa kepada terwujudnya doa tersebut.
Lingkungan awal yang Allah tunjukkan begitu banyak
pelajaran dan pengalaman yang terkandung. Sebagai seorang mahasiswa baru yang
lugu menjadi sebuah peluang tersendiri untuk semakin menyelami lingkungan ini.
Begitu beragam rekan yang dijumpai, mulai dari dia yang hobi fashion press body
ataupun you can see, hobi musik, sampai dia yang hobi pacaran. Diantara mereka
ada pula bagian kecil yang bertahan sebagai rekan yang akademis, rajin dan
ramah. Sebagai pihak netral, begitu terasa perbedaan atmosfir ketika
berinteraksi dengan mereka.
Lingkungan selanjutnya membawa pada sebuah lingkungan
yang begitu hangat dan dinamis. Semangat menyemangati, ingat mengingatkan,
nasehat menasehati itulah budaya yang begitu terasa di lingkungan ini.
Sejalan dengan fase lingkungan yang dijumpai, sejalan
pula fase taman-taman syurga yang dijumpai. Taman syurga tersebut adalah
majelis ta’lim. Ibarat sebuah mata air yang bermunculan dimana-mana. Begitulah
keberadaan majelis ta’lim tersebut yang begitu banyak dengan mudah dan
menjangkau dapat dijumpai dalam lingkup lingkungan yang luas.
Satu kunci yang senantiasa dipegang kuat manakala
menjumpai banyaknya majelis ta’lim adalah doa ketika awal memasuki lingkungan
dunia perkuliahan yaitu terjaganya akidah yang telah diajarkan oleh orang tua
sedari kecil. Dengan seizin Allah, dituntunlah diantara banyaknya majelis
ta’lim tersebut menuju yang sesuai akidah dari orang tua.
Dengan segala nikmat jalan yang begitu indah ini, maka
motivasi yang senantiasa dihadirkan adalah “kebaikan apa yang telah diterima
maka kebaikan apa yang akan diberi.” Seirama dengan firman Allah dalam Al
Qur’an Surat Ar Rohman : 60 yang artinya “Tidak ada kebaikan, yang dibalas
selain dengan kebaikan”.
Jalan indah tersebut membawa pada sebuah kegiatan ziarah.
Dua hal yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan ziarah adalah niat dan
doa.
Niat menjadi sesuatu yang begitu kompleks manakalah tidak
dengan yakin diluruskan niatnya. Karena segala sesuatu akan didapatkan berdasar
dari apa yang diniatkan. Setelah beberapa hal yang telah diyakini untuk
diniatkan pergi ziarah telah siap. Maka selanjutnya menutup niat-niat tersebut
dengan niat yang paling komplit yaitu, niat orang sholih sholihah ketika pergi
ziarah. Dengan demikin, segala niat kebaikan ziarah yang dilakukan oleh orang
sholih sholihah telah terangkap.
Doa menjadi sebuah proposal yang perlu disiapakn sebelum
keberangkatan ziarah.
“Ya Allah.. dengan izin Engkau
hamba berkunjung pada makam wali Engkau.. yang telah dengan perjuangan wali
Engkau, Islam menjadi semakin begitu indah hamba rasakan.. Luaskanlah nikmat
kubur wali Engkau Ya Allah.. berkahilah
kunjungan hamba ini Ya Allah.. Lailahaillallah.. kepada Engkau Ya Allah hamba
memohon.. berkahilah segala keinginan kebaikan hamba.. [Doa
1], [Doa 2], [Doa 3], [Doa 4], [Doa n] ”
Begitu banyak hal yang berkesan ketika kegiatan ziarah.
Salah satunya dari salah satu guru kami, beliau membelikan kami es krim. Saat itu
kondisinya setelah lelah berjalan mendaki medan bebatuan yang cukup menjulang,
hela nafas melengkapi kelelahan kami. Bagaikan pucuk dicinta ulam pun tiba,
maka kehadiran es krim dari guru kami ini menjadi sebuah keberuntungan tersendiri
bagi kami. Karena yang awalnya kami berangan ingin membeli es krim namun
ternyata kami mendapatkannya secara gratis.
Pada akhirnya, segala kebaikan yang kita lakukan maupun
yang kita terima. Senantiasa hadirkan asal muasal hal tersebut adalah dari
kebaikan dan doa dari orang tua kita, guru-guru kita dan ustadz ustadzh kita,
begitupun dari orang sholih sholihah disekitar kita. Sebaliknya, keburukan yang
kita lakukan maupun yang kita terima asal muasalnya dari hal yang kurang baik.
#MuslimMuslimahPembelajar
#SholihSholihahJiwaRaga
Komentar
Posting Komentar