Langkah Positif 4
Obat Penebal Iman, Yaa Sakit
Dengan
sakit, menjadikan kuat
Dengan
ketakutan, menjadikan keberanian
Dengan
keraguan, menjadi keyakinan
Dengan
kesalahan, menjadi pembelajaran
Sakit,
yang kebanyakan dianggap sebagai sesuatu
yang sangat menyedihkan, ternyata mengandung banyak hikmah didalamnya. Banyak
hikmah disini tergantung dari masing – masing kita yang merasakan sakit. Bisa
jadi seorang penderita sakit mendapat hikmah yang berbeda dengan penderita
sakit lainnya. Dalam hal ini saya ingin berbagi hikmah yang saya dapatkan
ketika saya sakit.
Hikmah yang pertama adalah, teman baik Soleh dan Solehah
merukapan sebuah rizki. Begitu saya merasakan kehadiran seorang teman yang baik
itu adalah sebuah rizki yang luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada hamba
Nya. Begitu luar biasanya keberadaan dan kehadiran mereka secara bergantian
dalam keadaan saya sakit dan jauh dari keluarga. Semakin saya merasakan salah
satu harta yang berharga yaitu teman baik Soleh dan Solehah.
Bahkan gelas berisi air putih yang ada didekat saya
selalu terisi penuh kembali mana kala telah habis saya minum, dan merekalah
yang bergantian mengisikannya. Makanan yang begitu terbatas dapat saya konsumsi
dengan setia teman – teman bergantian mecarikan makanan untuk saya. Hari
pertama sakit, Mbak Cho Cho membelikan bakso yang saya yakin harganya sepuluh
ribu lebih. Dengan kenyataannya hanya saya makan satu bakso dan sisanya dimakan
bersama teman – teman lainnya. Buat Mbak Maryani yang senantiasa komunikasi
terus dengan Ibuk saya terkait perkembangan keadaan saya, beliau juga setia
mencarikan makan, mengantarkan periksa ke dokter, menyiapkan kompres air
hangat, memijat kepala, senantiasa disamping saya, membantu menyiapkan barang –
barang ketika saya mau balik dan lain –
lain. Buat Dek Nisa yang nemenin terus tidur di samping saya, membelikan roti
tawar, mencarikan makan, mengantarkan kekampus sampai kembali lagi ke kos,
membantu nyelesaiin amunisi kegiatan samaru dan lain – lain. Buat Dek Bibah
yang mijat tangan saya ketika zikir Al – Matsurat subuh dan lain – lain. Buat
Mbak Sri yang datangnya akhir tapi tidak mau kalah untuk berlomba berbuat
kebaikan, beliau juga begitu luar biasa merawat saya ketika sakit. Yang
menemani saya sampai larut malam ketika saya susah tidur, mengompres dengan air
hangat, mencarikan makanan minuman buah dan lain – lain. Buat teman – teman
yang menjenguk, Mbak Ulfa yang membawakan buah pisang yang masyaAllah, dan
mengirimkan rekaman doa lewat Mbak Sri sebelumnya. Mbak Ni’mah yang diantar
Mbak Sri, walaupun juga sedang keadaan habis sakit rela menjenguk saya mewakili
menyampaikan salam dari teman – teman SKI. Buat Ukh Shobrina dan Ukh Ema, yang
mereka juga menjenguk saya membawakan roti dan sebox susu coklat. Dan terakhir
teman – teman saya SMA, Tata, Anggi dan Dewi yang mereka juga setia menjenguk
saya membawakan roti caramel. Anggi yang kuliah di Poltekes Surakarta dan Dewi
yang kuliah di UNDIP bersama Tata yang berinisiatif menjenguk saya, kalian
begitu luar biasa. Dan untuk semuanya yang di dunia maya juga tak mau kalah
mengirimkan doa dan semangat, semakin begitu mengesankan makna rizki teman baik
Sholeh dan Sholehah. Tak lupa juga teman – teman di kampung pemuda pemudi krida
taruna yang tidak saya duga juga mereka begitu menunjukkan kebaikkan mereka
ketika saya sakit. Mbak Riyanti, Mbak Putri, Mas Sigit, Mas Meri, Mas Paryanto,
Mas Ipin dan lain – lain yang menyempatkan malam – malam menjenguk di Rumah
Sakit. Dan untuk semua saudara dan keluarga, yang sempat datang dan sempat
sampai terlewatkan menjenguk, karena saya sudah pulang dari Rumah Sakit. Saya
ikut berdoa semoga semuanya dibalas kebaikan yang lebih oleh Allah SWT.
Hikmah yang kedua adalah, waktu Sholat. Begitu saya
merasakan ingin disegerakannya waktu Sholat secara tepat. Dalam keadaan sakit,
ketika sholat Dhuhur selesai, yang terpikir adalah saya harus mempersiapkan
keadaan yang terbaik untuk menyambut pelaksanaan sholat Asar, lanjut ketika
sholat Asar selesai, yang terpikir adalah saya harus mempersiapakan keadaan
yang terbaik untuk menyambut pelaksanaan sholat Maghrib, lanjut ketika sholat
Maghrib selesai, yang terpikir adalah saya harus mempersiapkan keadaan yang
terbaik untuk menyambut pelaksanaan sholat Isya’, lanjut ketika sholat Isya’
selesai, yang terpikir adalah saya harus mempersiapkan keadaan yang terbaik
untuk menyambut pelaksanaan sholat Subuh, lanjut ketika sholat Subuh selesai,
yang terpikir adalah kembali saya harus mempersiapkan keadaan yang terbaik lagi
untuk menyambut pelaksanaan sholat Dhuhur. Begitu seterusya ketika saya dalam
keadaan sakit, sampai pada akhirnya saya begitu merasakan Allah benar – benar
menguji keimanan dan ibadah saya dalam keadaan seperti ini dengan dilengkapi
berbagai rasa keraguan yang luar biasa, yang terus berusaha memperdaya.
Hikmah yang ketiga adalah, masih ada hubunganya dengan
hikmah yang kedua yaitu The power of Doa. Salah satu motivasi saya untuk tetap
yakin dan semangat ketika sakit adalah dengan hikmah yang kedua yaitu waktu
sholat yang senantiasa saya ikhtiyarkan untuk tepat waktu walaupun dalam
pelaksanaannya ketika keadaan sakit. Hal tersebut saya hadirkan dengan tujuan
agar menjadi pemacu manakala dalam keadaan sehat harus juga lebih dapat
mengikhtiyarkan untuk sholat tepat waktu.
Kemudian padanya ketika sholat saya sungguh – sungguh dalam
memohon segala doa yang saya panjatkan. Yang senantiasa terpikir pula manakala berdoa
tersebut adalah bahwasanya berdoa ketika dalam keadaan sakit maka insyaAllah
saya yakini entah sekarang atau lusa, cepat atau lambat, sesuai atau tidak
sesuai akan insyaAllah semakin diijabah oleh Allah SWT.
To be Continues..

Komentar
Posting Komentar