Langkah Positif 12
PERJALANAN TAHAJUD
“Dua
hal yang sangat disesalkan, petama ketika sepertiga malam namun tidak dalam
keadaan tahajud, kedua ketika siang hari yang terik namun tidak dalam keadaan
puasa”
-Para
Alim-
Bismillah,
Setelah terakhir nulis tanggal 17 mei 2017, alhamdulillah
diakhir 2018 ini diijinkan oleh Allah kembali lagi untuk menulis. Mudah-mudahan
semuanya dalam keadaan sehat wal afiat, kesehatan yang dimiliki dapat kita
gunakan untuk produktifitas kerja dan beribadah. Sesuai dengan judul, kali ini
akan dibahas terkait perjalanan untuk merasakan nikmatnya tahajud. Seperti yang
sudah disampaikan oleh para alim terdahulu tentang nikmatnya tahajud baru dapat
dirasakan setelah sekian lama istiqomah melakukannya. Maka dari itu ingin
rasanya mengabadikan perjalanan ini untuk juga mendapatkan nikmatnya tahajud
tersebut, sampai pada akhirnya Allah ridho terhadap semua amal ibadah.
Sudah menjadi rahasia umum tentang banyaknya keutamaan
tahajud. Namun realitanya hanya hamba pilihan Allah yang diijinkan untuk
benar-benar merasakan kenikmatannya. Disisi lain Allah begitu adil akan semua
ketetapanNya, termasuk ketika hanya hamba pilihan Allah yang diijinkan untuk
benar-benar merasakan kenikmatannya Allah masih tetap memberikan apresiasi
kepada kita yang terus melakukan perbaikan diri dan yakin akan rahmat Allah
yang terbuka begitu luas.
Tentang rahmat Allah, seperti yang pernah disampaikan
oleh KH. A. Mustofa Bisri, “rahmat Allah itu ada 100”. Maknanya disampaikan, 1
rahmat belas kasih-Nya dibagi terhadap belas kasih Ibu kepada anak, belas kasih
suami kepada istri, belas kasih kakak kepada adik, belas kasih eyang kepada cucu,
belas kasih kuda pada anaknya, belas kasih ayam pada anaknya. Sisanya yang 99, ‘dipakai’
oleh Allah sendiri. Maka dari itu jangankan belas kasih antara suami dan istri,
belas kasih antara Ibu kepada anak saja belum ada apa-apanya.
Dalam tulisan
ini InsyAllah akan disampaikan realita yang sebenarnya terjadi dalam perjalanan
mendapatkan kenikmatan tahajud, yang barang kali juga pernah dialami oleh
teman-teman. Bila ada pertanyaan, kenapa amalan tahajud yang dipilih, bukan
amalan yang lain ? bagaimana dengan sholat fardunya ? apa parameter telah
merasakan kenikmatan tahajud ?
Jawabannya tentang kenapa
amalan tahajud yang dipilih, secara ringkas insyAllah amalan lain juga
mengikuti, namun pada bagian ini fokus pada tahajud, dengan janji Allah yang
disampaikan, terus berikhtiyar itu adalah pilihan yang paling baik. Sebab semua
hal memiliki masa gagal, maka habiskan masa gagal tersebut secepat mungkin
dengan beriktiyar terbaik sampai pada akhirnya yang tersisi hanyalah sedikit
kegagalan dan menuju hadirnya keberhasilan. Termasuk jawaban bagaimana sholat
fardunya, InsyAllah begitu pun juga akan mengikuti seiiring dengan terus
melakukan perbaikan, yakinlah rahmat Allah benar-benar begitu luas. Kemudian tentang
parameter telah merasakan kenikmatan tahajud, ini sudah jelas, salah satu nya
Allah bakal hadirkan ketenangan hati, yang yakin tidak semua hamba
mendapatkannya.
Ringkasnya tentang keutamaan tahajud telah disampaikan
dalam QS. Al Isra : 79-81 yaitu,
1.
Allah akan memudahkan pekerjaannya
2.
Dibimbing oleh Allah didalam urusannya
3.
Diberikan jalan penyelesaian yang terbaik ketika
menghadapi masalah
4.
Jika diganggu dalam hidupnya, Allah akan
menolong tanpa perantara.
Nah, begitu jelas parameter yang dijanjikan
oleh Allah terhadap hambanya yang bisa menghidupkan amalan tahajud. Belum lagi
rahmat Allah yang lain yang belum tersebutkan yang bisa saja dihadirkan pada
hambanya yang yakin.
Perjalanan
tahajud ini dimulailah dari diri sendiri. Masa kecil ketika tingkat Sekolah
Dasar memulai membiasakan tahajud ketika menjelang ujian nasional saja, begitupun
halnya ketika berlanjut ke Sekolah Menengah Pertama walaupun beberapa kali pada
pasa ini timbul keinginan untuk merutinkan. Barulah ketika Sekolah Menengah
Atas lebih rutin berdalih ada tuntutan dari guru agama. Sampai pada akhirnya
masuk kuliah, memiliki banyak alasan untuk berusaha merutinkan yang namanya
tahajud. Hingga saat ini terus memperbaiki diri untuk melakukan amalan yang
penuh keutamaan ini.
Berangkat
dari kesendirian, timbullah keinginan untuk semakin memperluas ladang kebaikan,
mengajak teman sekitar untuk istiqomah belajar bersama. Syurga begitu luas dan
begitu sempit ketika kita hanya sendiri dalam hal melakukan kebaikan. Percayalah
tidak ada kebaikan yang dibalas selain kebaikan.
Syukur, saat ini terlaporkan ada dua group
WA yang alhamdulillah dimanfaatkan untuk keistiqomahan amalan ini. Buat kalian
Mbak Ria, Dina, Shobina dan Tuti semoga rahmat Allah senantiasa ada pada kalian
untuk terus menghidupkan amalan ini. Ditengah kesibukan kalian masing-masing, Belajar
dengan amalan ini memang menghadirkan tantangan yang luar biasa. Terus percayalah
akan beratnya tantangan tersebut, dia akan sebanding dengan balasa yang telah
dijanjikan. Dan terus percayalah juga ketika kurang yakin dengan amalan yang
kita lakukan terkait kurang khusyukannya atau kurang sungguh-sungguh, serahkan
semuanya kepada Allah, agar Allah dan para alim sebagai perantaranya yang
membimbing, tugas kita hanyalah terus istiqomah melakukannya yang terbaik. Harapannya
secara luas, semua ini dapat berlaku pada semua amalan kebaikan, tidak tertutup
hanya pada amalan tahajud.
Sadar akan
tidak sedikitnya komunitas yang juga alhamdulillah menghidupkan amalan ini maka
berlomba-lomba dalam hal kebaikan itu adalah suatu kebaikan yang perlu
dipertahankan dan diistiqomahkan. Menuju pada 3 amalan yang tidak akan terputus
setelah meninggal, sesuai dengan hadist
Dari
Abu Hurairah r.a. berkata, Rosulullah Saw. bersabda: ”Apabila anak Adam itu
meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali (amal) dari tiga ini: sedekah yang
berlaku terus menerus, pengetahuan yang dimanfaatkan, dan anak sholeh yang
mendoakan dia.” (HR Muslim)
Sampai saat inipun begitu banyak
kekurang disana sini ketika persiapan untuk melakukan amalan tahajud. Dengan melakukan
perbaikan sedikit demi sedikit dengan bimbingan Allah dan para alim sebagai
perantaranya, maka satu demi satu mulailah tertata persiapan tersebut. Walaupun
belum sepenuhnya dapat melakukannya dengan baik, bolehlah disampaikan sedikit
ilmu tentang persiapan yang baik ketika akan melakukan amalan tahajud ini, yang
barang kali dengan ijin Allah dapat dilaksanakan oleh teman-teman sekalian.
Pertama,
mohonlah sebanyak-banyaknya ampunan kepada Allah akan kesalahan yang baik
sengaja maupun tidak sengaja dengan taubatan nasuha, yakinlah rahmat Allah
terbuka begitu luas. Kedua, siapkan niat yang kuat jauh sebelumnya untuk
melaksanakan tahajud, boleh dengan suatu hajad agar Allah semakin kabulkan
hajad tersebut. Ketiga, siapkan management waktu yang baik, agar tubuh dapat
juga menyesuaikan dengan perubahan waktu istirahat yang kita lakukan untuk
mendapatkan amalan tahajud. Keempat, ikhtiyarkan dengan menghidupkan alarm jam
sesuai dengan jam bangun yang diinginkan. Pada bagian keempat ini, pengalaman
ketika kita sungguh-sungguh sebelum istirahat tidur memohon kepada Allah untuk
pada jam tertentu minta dibangunkan, maka sungguh tanpa bantuan alarm pun
dengan ijin Allah akan terbangun. Kelima, senantiasa ikhtiyarkan untuk terus
memperbaiki juga sholat fardunya sebanding dengan usaha kita melaksanakan
amalan tahajud.
#MuslimahPembelajar
#SholihSholihahJiwaRaga

Komentar
Posting Komentar