Langkah Positif 13

“AHLI” 

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.S Al-Mujadalah : 11).


 
Bismillah,
Alhamdulillah akhirnya mendapat kesempatan lagi untuk menulis beberapa hal, yang dari beberapa saat yang lalu butuh segera pemikiran ini dituangkan kedalam sebuah tulisan. Berbeda memang antara seseorang yang telah menjadikan menulis sebagai pekerjaan dengan seseorang yang menjadikan menulis sebagai hobi. Keduanya akan sama ketika masing-masing dilakukan dengan niat baik dan hati yang senang.
Kali ini kita akan belajar tentang makna kata ‘ahli’ yang dapat bernilai positif dan negatif. Karena semboyan dalam setiap tulisan ini adalah langkah positif maka diawal disampaikan dahulu tentang makna negatifnya, agar selanjutnya lebih banyak lagi kita bahas tentang makna positifnya.
Kata ‘ahli’ memiliki makna yang negatif ketika dilakukan perilaku yang negatif. Seperti contoh ahli copet. Dalam hal ini ketika seseorang telah memiliki kemampuan yang handal dalam hal pencopetan maka dapat dikatakan seseorang tersebut adalah ahli copet. Ada juga contoh ahli tipu, maka dalam hal tipu menipu segala macam metodenya telah dia kuasai. Penyusunan strategi dalam hal penipuannya pun begitu rapih direncanakan. Bahkan tak sedikit orang yang terkena oleh tipu daya strategi tersebut. Maka bagi seorang muslim baiknya senantiasa kita mawas diri untuk selalu perbanyak dzikir mengingat kepada Allah, agar bukan hal lain atau bahkan tidak ada hal yang kita pikirkan, sampai pada akhirnya siasat buruk sang ahli tipulah yang mengisi pikiran kosong kita itu.
Masih banyak lagi contoh makna ahli dalam perilaku yang negatif. Harapan kita bersama, marilah segera akhiri segala bentuk perilaku negatif. Diakhir zaman ini, begitu sia-sia untuk melakukan sebuah perilaku negatif. Karena oleh Allah SWT telah menunjukkan melalui firman-Nya yang disampaikan di Al-Qur’an tentang begitu banyak kisah-kisah kaum terdahulu tentang perilaku negatif mereka. Belum seberapa bandingannya perilaku negatif zaman sekarang dengan perilaku negatif zaman terdahulu, maka ketika kita belum bisa berlomba dalam kebaikan, segeralah kita berlomba untuk perbanyak berlomba untuk bertaubat dengan para pendosa saat ini.
  Berikutnya langsung saja kita bahas tentang makna ‘ahli’ dalam hal positif. Sebagai pengantar, ada sebuah kasus suatu ketika dibutuhkannya seseorang yang dapat memasang rangkaian listrik dalam sebuah rumah yang baru akan ditempati. Maka dicarilah orang yang ahli dalam hal pemasangan listrik tersebut. Kasus lain ada seseorang yang sedang mengalami masalah dengan alat komunikasinya. Dicarilah seorang ahli alat komunikasi yang dapat memperbaikinya, maka disebutlah orang yang dapat memperbaiki alat komunikasi tersebut sebagai seorang ahli alat komunikasi. Selain itu ketika terjadi suatu hal pada suatu lokasi bencana butuh yang namanya analisis tempat kejadian, maka yang dibutuhkan adalah seorang yang ahli dalam hal analisis lokasi bencana tersebut. Ada juga seseorang yang ketika merasakan sakit ingin tau obat yang cocok untuk dirinya, maka yang dicari adalah sosok yang ahli dalam hal obat-obatan. Dalam hal ini peran nyatalah yang perlu dilakukan oleh ahli obat untuk memberikan pengabdian keilmuannya. 
Bukan hanya dalam hal disiplin keilmuan yang tinggi seseorang dapat dikatakan ahli, namun dalam hal sederhana pun saat ini sudah banyak orang yang dengan hal positifnya dapat dikatakan seorang ahli. Misal, ketika jam tangan kita rusak, maka yang kita lakukan menuju ke orang yang ahli memperbaiki jam tangan. Ketika kita ingin membuat sebuah baju dari kain yang kita miliki, maka yang kita tuju adalah seseorang yang ahli dalam hal menjahit pakaian. Dalam sebuah acara besar ketika telah selesai maka akan dihasilkan kotoran sampah dimana-mana maka yang kebanyakan orang saat ini akan dilakukan adalah mencari orang yang sudah biasa ahli dalam hal kebersihan dalam skala besar untuk membersihkannya.
Jangankan dalam hal duniawi, dalam hal akhirat pun juga banyak kita kenal seorang ahli. Sama halnya dengan ahli dunia, pada ahli akhirat ini juga didapatkan dari hasil kegiatan positif yang secara terus-menerus dilakukan secara istiqomah dalam hal akhirat dan dalam hal dunia kita kenal sebagai istilah konsisten. Dalam hal akhirat seseorang dikatakan ahli misal, beliau dengan keistiqomahannya menjaga dzikir dalam hari-harinya maka kita kenal beliau adalah seorang ahli dzikir. Berlaku juga untuk amalan ibadah lain yang dengannya dilakukan secara istiqomah maka dikatakanlah seseorang tersebut ahli dalam hal amalan ibadah tersebut. Maka sungguh kita butuh bukan hanya yang namanya keahlian unggulan  di dunia namun kita juga butuh yang namanya amalan unggulan untuk bekal di akhirat kelak. Untuk mendapatkan itu semua dibutuhkan yang namanya ilmu, bukan cuman ilmu dunia namun juga ilmu akhirat. 


Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah berilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu.”



#MuslimMuslimahPembelajar
#SholihSholihahJiwaRaga


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Positif 9

Langkah Positif 5

Langkah Positif 10