“AHLI”
“Allah
akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.S Al-Mujadalah : 11).
Bismillah,
Alhamdulillah
akhirnya mendapat kesempatan lagi untuk menulis beberapa hal, yang dari
beberapa saat yang lalu butuh segera pemikiran ini dituangkan kedalam sebuah
tulisan. Berbeda memang antara seseorang yang telah menjadikan menulis sebagai
pekerjaan dengan seseorang yang menjadikan menulis sebagai hobi. Keduanya akan
sama ketika masing-masing dilakukan dengan niat baik dan hati yang senang.
Kali
ini kita akan belajar tentang makna kata ‘ahli’ yang dapat bernilai positif dan
negatif. Karena semboyan dalam setiap tulisan ini adalah langkah positif maka
diawal disampaikan dahulu tentang makna negatifnya, agar selanjutnya lebih
banyak lagi kita bahas tentang makna positifnya.
Kata
‘ahli’ memiliki makna yang negatif ketika dilakukan perilaku yang negatif.
Seperti contoh ahli copet. Dalam hal ini ketika seseorang telah memiliki
kemampuan yang handal dalam hal pencopetan maka dapat dikatakan seseorang
tersebut adalah ahli copet. Ada juga contoh ahli tipu, maka dalam hal tipu
menipu segala macam metodenya telah dia kuasai. Penyusunan strategi dalam hal
penipuannya pun begitu rapih direncanakan. Bahkan tak sedikit orang yang
terkena oleh tipu daya strategi tersebut. Maka bagi seorang muslim baiknya
senantiasa kita mawas diri untuk selalu perbanyak dzikir mengingat kepada
Allah, agar bukan hal lain atau bahkan tidak ada hal yang kita pikirkan, sampai
pada akhirnya siasat buruk sang ahli tipulah yang mengisi pikiran kosong kita
itu.
Masih
banyak lagi contoh makna ahli dalam perilaku yang negatif. Harapan kita
bersama, marilah segera akhiri segala bentuk perilaku negatif. Diakhir zaman
ini, begitu sia-sia untuk melakukan sebuah perilaku negatif. Karena oleh Allah
SWT telah menunjukkan melalui firman-Nya yang disampaikan di Al-Qur’an tentang begitu
banyak kisah-kisah kaum terdahulu tentang perilaku negatif mereka. Belum
seberapa bandingannya perilaku negatif zaman sekarang dengan perilaku negatif
zaman terdahulu, maka ketika kita belum bisa berlomba dalam kebaikan, segeralah
kita berlomba untuk perbanyak berlomba untuk bertaubat dengan para pendosa saat
ini.
Berikutnya langsung saja kita bahas tentang
makna ‘ahli’ dalam hal positif. Sebagai pengantar, ada sebuah kasus suatu
ketika dibutuhkannya seseorang yang dapat memasang rangkaian listrik dalam
sebuah rumah yang baru akan ditempati. Maka dicarilah orang yang ahli dalam hal
pemasangan listrik tersebut. Kasus lain ada seseorang yang sedang mengalami
masalah dengan alat komunikasinya. Dicarilah seorang ahli alat komunikasi yang
dapat memperbaikinya, maka disebutlah orang yang dapat memperbaiki alat
komunikasi tersebut sebagai seorang ahli alat komunikasi. Selain itu ketika
terjadi suatu hal pada suatu lokasi bencana butuh yang namanya analisis tempat
kejadian, maka yang dibutuhkan adalah seorang yang ahli dalam hal analisis
lokasi bencana tersebut. Ada juga seseorang yang ketika merasakan sakit ingin
tau obat yang cocok untuk dirinya, maka yang dicari adalah sosok yang ahli
dalam hal obat-obatan. Dalam hal ini peran nyatalah yang perlu dilakukan oleh
ahli obat untuk memberikan pengabdian keilmuannya.
Bukan
hanya dalam hal disiplin keilmuan yang tinggi seseorang dapat dikatakan ahli,
namun dalam hal sederhana pun saat ini sudah banyak orang yang dengan hal
positifnya dapat dikatakan seorang ahli. Misal, ketika jam tangan kita rusak,
maka yang kita lakukan menuju ke orang yang ahli memperbaiki jam tangan. Ketika
kita ingin membuat sebuah baju dari kain yang kita miliki, maka yang kita tuju
adalah seseorang yang ahli dalam hal menjahit pakaian. Dalam sebuah acara besar
ketika telah selesai maka akan dihasilkan kotoran sampah dimana-mana maka yang
kebanyakan orang saat ini akan dilakukan adalah mencari orang yang sudah biasa
ahli dalam hal kebersihan dalam skala besar untuk membersihkannya.
Jangankan
dalam hal duniawi, dalam hal akhirat pun juga banyak kita kenal seorang ahli. Sama
halnya dengan ahli dunia, pada ahli akhirat ini juga didapatkan dari hasil
kegiatan positif yang secara terus-menerus dilakukan secara istiqomah dalam hal
akhirat dan dalam hal dunia kita kenal sebagai istilah konsisten. Dalam hal
akhirat seseorang dikatakan ahli misal, beliau dengan keistiqomahannya menjaga
dzikir dalam hari-harinya maka kita kenal beliau adalah seorang ahli dzikir.
Berlaku juga untuk amalan ibadah lain yang dengannya dilakukan secara istiqomah
maka dikatakanlah seseorang tersebut ahli dalam hal amalan ibadah tersebut. Maka
sungguh kita butuh bukan hanya yang namanya keahlian unggulan di dunia namun kita juga butuh yang namanya amalan
unggulan untuk bekal di akhirat kelak. Untuk mendapatkan itu semua
dibutuhkan yang namanya ilmu, bukan cuman ilmu dunia namun juga ilmu akhirat.
Rasulullah
bersabda : “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah berilmu.
Barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa
yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu.”
#MuslimMuslimahPembelajar
#SholihSholihahJiwaRaga
Komentar
Posting Komentar